Pola Batik Cap Wanita

Definisi Batik Cap

Sebelum mengetahui cara membuat batik cap, anda perlu memahami definisi batik cap terlebih dahulu. Batik cap atau batik stempel adalah batik yang dibuat dengan menggunakan cap, alat cetak, atau stempel yang terbuat dari tembaga dan pada tembaga tersebut terdapat pola batik yang diinginkan.

Terdapat beberapa jenis batik di Indonesia, sedangkan untuk proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 hingga 3 hari. Batik jenis ini termasuk batik yang jenis pengerjaanya sangat mudah dan simpel waktu pengerjaanya sehingga nilai jualnya juga terjangkau serta mudah di dapatkan di pasaran. Ukuran rata-rata canting cap adalah 20cmx20 cm.

Pada awalnya canting batik cap hanya digunakan untuk pola-pola atau motif pinggiran. Namun, kini canting cap juga digunakan untuk mencetak pola pada seluruh permukaan kain. Dengan menerapkan teknik batik cap, para pengrajin batik tidak perlu lagi menggambar berbagai jenis motif batik seperti yang biasa dilakukan saat membuat batik tulis.

Sejarah Batik Cap

Sebelum mengetahui cara membuat batik cap, anda perlu memahami sejarahnya. Dilihat dari sejarahnya, batik di Indonesia memang selalu mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dari yang dulunya hanya dibuat dengan canting tulis, kini kain batik juga bisa dibuat dengan menggunakan canting cap berbentuk stempel untuk membuat motif batik secara massal.

Dibandingkan batik tulis, jenis batik yang dibuat dengan canting cap ini prosesnya rata-rata menjadi lebih cepat. Namun perlu diketahui juga bahwa pembuatan canting capnya sendiri terbilang rumit dan membutuhkan ketelitian yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan canting tulis.

Dulu alat yang digunakan untuk membatik cap banyak dibuat dari potongan melintang ubi besar yang telah diukir. Sebab, dinilai kurang efektif dan daya tahan stempel ubi juga tidak lama, pada akhirnya pengrajin batik mulai mengembangkan canting cap berbahan dasar kayu untuk menempelkan bahan warna nabati pada kain.

Meski daya tahan stempel cap kayu lebih awet dari pada stempel ubi, namun warna kain yang dibuat dengan memakai cara ini juga dinilai kurang bagus. Berawal dari situlah, sekitar tahun 1845 mulai dikenalkan canting cap dari tembaga yang dipatri dengan timah ke kerangka yang kemudian diberi gagang besi. Inovasi canting cap dari bahan tembaga ini selanjutnya menjadi pelopor dimulainya proses produksi kain batik cap secara massal yang rata-rata dikerjakan oleh kaum laki-laki.

Alat dan Bahan Batik Cap

Sebelum mengetahui cara membuat batik cap, berikut ini terdapat beberapa alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat batik cap, antara lain:

  1. Meja Cap

Meja cap merupakan salah satu alat yang diperlukan sebagai media untuk mengecap kain mori. Meja cap ini sebagian besar dari bahan kayu yang panjang dan lebarnya sudah disesuaikan dengan ukuran kain mori. Sebelum digunakan untuk mengecap kain mori permukaan meja cap semestinya dilapisi dengan kasur atau busa setebal kurang lebih 10 cm yang dibuat rata dan dilengkapi pula dengan kain blacu dan kain serak tipis yang selalu dalam keadaan lembab.

  1. Loyang

Pada proses membatik cap, loyang diperlukan sebagai tempat memanaskan malam. Loyang untuk membatik cap ini umumnya dibuat dari bahan tembaga yang berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 40 sampai 50 cm dengan tinggi 4.5 cm.

  1. Kompor

Kompor diperlukan untuk memanaskan lilin malam agar tetap cair dan tidak menggumpal. Untuk memudahkan pengrajin batik dalam melakukan pengecapan malam, kompor harus dibuatkan tempat khusus agar posisinya agak tinggi.

  1. Malam

Malam batik diperlukan sebagai perintang warna agar motif batik dapat terbentuk ketika pewarnaan berlangsung.

  1. Canting Cap

Canting cap memiliki peran yang sangat penting untuk melekatkan malam pada kain mori. Adapun canting cap yang biasa digunakan pada saat membatik cap ini umumnya dibuat dari plat tembaga yang didesain sedemikian rupa hingga membentuk sebuah motif batik.

Tinggalkan komentar